jump to navigation

Obat Hati… May 17, 2009

Posted by hendroe in Uncategorized.
add a comment

Dalam keseharian semua orang membutuhkan katenangan batin, dan untuk mendapatkan ketenangan batin bukanlah hal yang mustahil. Allah SWT mengajarkan kepada kita langkah nyata
mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan berdzikir �ingatlah, dengan dzikir
mengingat Allah hati akan tentram� (QS. ar-Ra�d:28). Dengan selalu mengingat
Allah, hati akan tentram. Sebaliknya, ketika kita jarang ingat kepada Allah,
hati akan kering dan gersang.

Sejauhmana kita sungguh-sungguh ingin hidup dalam
ketentraman hati, maka akan sangat terlihat dari berapa banyak waktu yang kita
gunakan untuk mengingat Allah. Ada orang yang ingat Allah ketika shalat saja.
Itu artinya, ia akan selalu gelisah diluar shalat. Ada yang ingat Allah hanya
ketika ia mendapat ancaman saja. Bahkan, ada yang benar-benar tidak tahu siapa
itu Allah selama hidupnya. Orang yang tidak kenal Allah, sehebat apapun ia, dan
sebanyak apapun harta yang dimilikinya, serta setinggi apapun derajatnya dimata
manusia, sungguh ia akan selalu dicekam gelisah.
Sementara orang-orang yang mendalam pengenalannya terhadap Allah, hatinya
selalu tertambat hanya kepada-Nya. Apapun yang ia lihat, ia dengar dan ia
rasakan, selalu dikorelasikan dengan Dzat pencipta alam semesta ini. �Milik
Allah semata semua yang ada di langit dan di bumi.� (QS. al-Baqarah:284) Ketika
tengah merenungkan ciptaan Allah, ia menghayati benar makna ayat Al-Qur�an,
�Bertasbih menyucikan Allah semua apa yang ada di langit dan dibumi.�
(QS.ash-Shaff:1) Agar hati tenang dan hidup tentram, banyak-banyaklah berdzikir
disertai sabar dan syukur. Dua kantong ini, yaitu sabar dan syukur dapat
menghindarkan kita dari kebiasaan marah terhadap sesuatu yang mengecewakan
hati. Dan hal ini memerlukan latihan-latihan.

Latihan pertama adalah latihan mengenal diri sendiri. Kalau seseorang ingin
baik, ia terlebih dahulu harus mengetahui sesuatu yang ingin ia ubah menjadi
baik. Pengetahuannya bisa ia dapatkan dari perenungan dan jawaban dari orang
yang kita tanyai tentang diri kita.

Latihan kedua adalah upaya memperbaiki diri. Setelah kita tahu kondisi kita,
maka kita usahakan untuk meminimalisasi bahkan menghilangkan kekurangan yang
kita miliki. Bila perlu, kita tulis daftar semua keburukan yang kita miliki dan
rumuskan formula-formula untuk memperbaikinya.

Upaya yang kita lakukan ini harus diiringi dengan cara meningkatkan kualitas
membaca al-Qur�an dan dzikir, sebab itulah yang akan membantu kita untuk
berubah menjadi baik dimata manusia dan yang paling penting baik di hadapan
Allah. Setelah itu carilah lingkungan yang kondusif yang dapat membantu kita
untuk selalu istiqamah dalam usaha mendekatkan diri kepada Allah.

Advertisements

August 13, 2008

Posted by hendroe in Uncategorized.
add a comment

Assalamu’alaykum….

Bismillah dengan menyebut nama Alah ane mawu nasi bacaan dzat yang maha pengasih dan bagi yang mbaca, puji syukur hanya kepad Allah dzat yang Maha segala…

pada kesempatan ini ane ingin menyampaikan sebagian ilmu din yang pernah ane pelajari bersama-sama temen-temen seiman dan segama…

namun jika terdapat kekurangan dam artikel ini penulis minta maaf, kritik, dan saran supaya semua bisa lurus sebagaimana perintah Allah dan yang dicontohkan Rosululloh

Sering sekali kita mendengar bahwasannya amalan manusia akan diterima Allah jika memenuhi dua persyartan, yaitu:

1. amalan yang diamalkan dengan rasa ikhlas.

amalan yang dilakukan dengan hati nurani tanpa paksaan dari pihak manapun. Namun iman yang melekat dalam diri kita sendiri yang harus memaksa diri dalam beramal. dan amalan tersebut harus dilaksanakan dengan ikhlas semata-mata karena Allah, bukan yang lain. sebagaimana sabda Rosul “Innamal a’malu binniat”, semua amal perbuatan tergantung pada niat. suatu aalan yang dilaksanakan karena rasa ikhlas kepada Allah, Allah akan ridlo. Dan dari ridlo Allah-lah kita akan mendapatkan kebaikan dunia wal akhirat.   Mungkin untuk kali pertama suatu amal kebaikan akan terasa berat untuk diamalkan. namun amalan yang telah terbiasa akan terasa aneh dan ada hal yang janggal dalam diri, jika tidak dikerjakan. oleh karena itu kita harus memacu diri dan memaksa diri khususnya dalam hal berbuat baik. InsyaAllahsemua bisa kita kerjakan dengan lancar…

2. amalan yang sesuai dengan yang telah dicontohkan Rosulullah

amalan yang sesuai dengan contoh rosul, atau yang sering kita kenal dengan i’tiba’  Rosul. sebagaimana Rosullllah  bersabda:

“barang siapa yang membuat-buat hal yang baru dalam urusan ibadah, yng tidak ada dasar hukumnya akan tertolak”

dari hadist diatas sangatlah jelas bahwa ibadah yang tidak sesuai dengan ajaran Rosulullah akan tertolak.  hal seperti ini merupakan perkara bid’ah. dimana perkara bid’ah adalah perkara yang sesat dan perkara yang sesat adalah NERAKA. oleh krena itu dalam beribadah kita harus berhati-hati, karena bisa jadi amalan yang baik bisa termasuk dalam bid’ah, karen tidak tepat dalam penempatannya dan pelaksanaannya…

semoga dengan sedikit ilmu kita bisa bersama-sama mendapatkan tiket ke surga…  Amin ya Allah..